Ampun….Baunya…!!!

Kawan, pernahkah mencium bau maaf kotoran ayam, kerbau, atau manusia? Hmmm….aduuh..baunya…seakan-akan begitu merasuk jauh ke dalam hidung kita, kemudian meliuk-liuk hingga kerongkongan. Uuughh…..

Apakah kalian berpikir bau yang sangat menyengat itu, sedikit atau lebih dari kotoran itu masuk dan mengendap di hidung kalian? Maaf, tapi itu betul. Oh…tunggu dulu, jangan dulu sampai kehilangan selera makan. Simaklah dulu baik-baik penjelasannya.

Bukan bagian atau fragmen yang sesungguhnya, melainkan sedikit molekul yang telah menguap dari benda bersangkutan kemudian mengapung terembus udara sampai ke hidung anda. Cukup sedikit saja jumlah molekul yang terbang sampai terdeteksi manusia sebagai bau. Dan molekul-molekul itu juga bukan molekul-molekul langsung yang membentuk benda bersangkutan.

hamper segala jenis benda yang dapat kita bayangkan (juga yang tidak sampai kita bayangkan) adalah campuran kompleks sejumlah bahan kimia berbeda-beda. Masing-masing mempunyai kecenderungan tertentu untuk mengirimkan sebagian molekulnya ke udara sebagai uap. Molekul-molekul yang masuk ke hidung kita tidak harus perwakilan molekul dari sebagian komponen kimianya yang paling mudah menguap. Ketika kita berkata “saya mencium bau X”, itu karena kita pernah belajar menghubungkan bau molekul-molekul bahan kimia mudah menguap itu dengan benda X keseluruhan yang secara kimia terhitung kompleks. Secara sendiri-sendiri, bahan kimia termaksud dalam wujudnya yang murni, terpisah dari konteksnya yang tidak sedap, mungkin tidak bersalah sama sekali, walaupun memang bau.

Bagaimanapun, beberapa senyawa kimia berbau tidak sedap telah diberi nama terkait dengan “benda” yang diduga sebagai sumber mereka, sangat bertanggung jawab atas bau bersangkutan. Asam kaproat (caproic acid) disebut demikian karena baunya seperti kambing. (Caper adalah istilah latin untuk kambing). Kadaferin adalah komponen kimia pada daging yang telah membusuk. Dan skatole mempunyai bau seperti….Asal tahu saja, skatos dalam bahasa Yunani berarti tahi.

Yang di luar dugaan banyak orang : Skatole digunakan dalam parfum. Betul, bahkan ini berfungsi sebagai pengikat (fixative), yang membuat parfum tidak menguap terlalu cepat – namum tidak diinformasikan pada kemasan atau iklan untuk memasarkannya. Tidak mustahil sang copywriter pun tidak tahu hal ini.
Kalau saja mereka tahu.*
________________________________________________________
*Robert L. Wolke, Kalo Einstein Lagi Cukuran Ngobrolin Apa Ya?

24 tanggapan untuk “Ampun….Baunya…!!!”

  1. waduh skatole pastinya selalu lengket di bajuku karena selalu pake parfum…hehee…gak pa2 deh yg penting baunya gak cepat ilang..halah2…
    oh ya, mba Arina makasih ya sarang semutnya…saya buatkan artikel khusus untuk sarang semut ini di blog aq…makasih mba ya…:))

  2. hehe…gapapa mas, yang penting baunya udah kalah sama wangi parfumnya

    weleh weleh…ko repot2 sampai bikin posting khusus segala…?okelah…makasih juga sama-sama yak?

  3. Waaah.. Gitu ya ?! bahkan di parfum sekalipun gitu ?! asli, saya baru tau🙂

    Kunjungan balik serta kunjungan perdana Aryna,
    Stay connected yaaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s