Mengelir Dunia


Sosok itu, sepertinya tak asing bagiku. Ia meronta-ronta dipaksa masuk ke mobil satpol PP. Aku gugup, jangan-jangan benar ia yang kucari selama bertahun-tahun, Jaina. Kabar yang terahir kudengar, Jaina pergi dari rumahnya setelah menyaksikan ibunya terbunuh oleh ayahnya sendiri.
Gemetar, kudekati dia. Ya Tuhan, apakah mataku tak salah melihat? Jaina, sahabat kecilku, kutemukan di sini, siang yang panas ini, kumal, kotor, lusuh. Hatiku remuk menerima kenyataan ini. Kupeluk erat-erat, kutatap matanya. Nanar, seperti tak ada lagi harapan dalam hidupnya. Ia hanya diam melihatku meratapinya, duh gusti Allah dia tak mengenaliku lagi. Perasaanku hancur, melebur di halaman stasiun kereta yang dibara mentari siang ini.
Jaina terguncang jiwanya. Tak mampu tegar lagi. Ia yang dulu menegarkanku, membuat asam garam hidupku menjadi madu. Aku kehilangan sosok itu. Jaina, haruskah malang akhir ceritamu?
Jaina, kita akan bersama lagi. Dunia ini untuk kita, akan kita warnai lagi. Akan kembali indah.
______________________________________________
Diikutsertakan dalam kuis cerpelai persahabatan

12 tanggapan untuk “Mengelir Dunia”

  1. Salah satu persyaratan adalah wajib memasang banner di sidebar blog. Mohon dilengkapi … terima kasih. Jika theme tidak mendukung, mungkin harus diubah dulu theme-nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s